Dugaan “Politik Uang” Merebak Di Partai Hanura, Bawaslu Pastikan Kantongi Alat Bukti

Fakfak/mataradar.com – “MEMANAS”, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Fakfak menggarap sejumlah saksi yang diduga mengetahui aksi dugaan “Politik Uang” yang ditengarai orang nomor satu di DPC Partai Hanura Kabupaten Fakfak, Baguna Palisoa, saat melakukan kampanye terutup di distrik fakfak tengah, minggu, (13/1) kemarin,

Baguna juga saat dimintai klarifikasi oleh Bawaslu Fakfak selasa, (15/1) mengakui temuan tersebut namun dia beralibi bahwa pemberian uang tersebut tidak berkaitan dengan ajakan untuk memilih partainya (Hanura-red) melainkan sebagai pembiayaan konsumsi,

Dia juga tidak terima dengan penerapan pasal yang digunakan untuk membidik persoalan dugaan “Politik uang” yang merebak di Partai Hati Nurani Rakyat,

Soal pemeriksaan sejumlah saksi, keterangan yang disampaikan memperkuat dugaan pelanggaran “Politik Uang” yang disanderakan oleh Partai tersebut, khususnya Ketua DPC Fakfak. pasalnya sejumlah saksi yang diproses membenarkan menerima sejumlah uang dari Anggota DPRD Fakfak dari partai Hanura, Baguna Palisoa,

Kasus ini masih menggumpal di meja Bawaslu Fakfak, tidak hiraukan pernyataan keras yang disampaikan Ketua DPC Hanura Fakfak terkait ketidak profesionalinya Bawaslu, lembaga anti pelanggaran pemilu ini bertekad akan memproses kasus tersebut hingga tuntas karena diduga peran “Politik Uang” menyisir kelompok kepentingan masyarakat yang berakibat rendahanya kwalitas pemilu.

Ketua Bawaslu Kabupaten Fakfak, Fachry Tukwain, selasa (15/1) lalu menjelaskan berdasarkan Undang-undang nomor 7 tahun 2018 pasal 280 dilarang memberikan, menjanjikan, berupa uang kepada peserta kampanye pemilu, untuk pasal 523 lebih terinci kepada persoalan pidana,

“Menjanjikan atau memberikan uang secara langsung atau tidak langsung kepada peserta kampanye pemilu baik secara langsung atau tidak langsung maka akan dihukum 2 tahun penjara, denda Rp. 24 Juta”, Jelas Ary, sapaan Ketua Bawaslu Fakfak.

Kasus yang menyeret Ketua DPC Partai Hanura Fakfak, Bawaslu mengatakan itu merupakan temuan Bawaslu, “Ada bukti, dokumentasi, vidio semua lengkap”, Beber Tukwain kepada wartawan diruang kerjanya (15/1) lalu.

Dugaan “Politik Uang” yang menyeret Orang nomor satu di partai ini, Bawaslu mengakui hingga saat ini masih terus lakukan pemeriksaan, “Sementara masih dalam proses klarifikasi, selanjutnya akan dikaji, jika potensi pelanggaran pidana maka di dorong ke Gakkumdu”, Terang Ketua Bawaslu, (ret)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close