Selasa , Januari 14 2020
Home / Headline / Selain Bos PT.Selatan Indah, Dua Tersangka Lainya Juga Belum Ditahan.

Selain Bos PT.Selatan Indah, Dua Tersangka Lainya Juga Belum Ditahan.

Fakfak/mataradar.com – Kapolda melalui Direskrimsus Polda Papua Barat hingga saat ini belum melakukan penahanan terhadap 3 tersangka dugaan korupsi kasus pematangan + talud lokasi PLTG (100 M x 200 M) di Kabupaten Kaimana-Provinsi Papua Barat.

Ketiga tersangka dugaan korupsi yang belum ditahan Polda papua barat diantaranya, berinisial PT alias H sebagai Bos PT Selatan Indah Kaimana, dan juga pemilik Kaimana Beach Hotel (KBH),

Selain bos PT. Selayan Indanh Kaimana, juga Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) berinsial CCL, dan Ketua Panitia Lelang JM, mereka bertiga menyandang status tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembangunan pematangan + talud lokasi PLTG (100 M x 200 M) di Kabupaten Kaimana-Provinsi Papua Barat senilai Rp. 18. 280.000.000,

Pemiliki Hotel KBH inisial PT alias H ini berperan sebagai kontraktor dan mengerjakan proyek yang nilainya Rp. 18.280.000.000, namun nasib berkata lain, tersangka tiba-tiba diciduk Tim Direskrimsus Polda Papua Barat dan kemudian ditetapkan sebagai tersangka karena diduga melakukan pekerjaan yang tidak sesuai dengan kontrak bahkan perusahaanya tidak memenuhi kualifikasi,

Sementara tersangka berinisial CCL, berperan sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam rangka pelaksanaan anggaran, berdasarkan Perpres RI Nomor 70 Tahun 2012 Tentang Perubahan Kedua Atas Perpres Nomor 54 Tahun 2010 Tentang Pengadaan Barang Dan Jasa Pemerintah, yang disebut (PPK) adalah pejabat yang bertanggung jawab atas pelaksanaan pengadaan barang/jasa,

Kedua tersangka CCL dan JM saat ini telah di non aktifkan dari Aparat Sipil Negara (ASN) dilingkungan pemerintah kabupaten kaimana akibat karena telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Direskrimsus Polda Papua Barat, dan tersangka dugaan korupsi dana belasan milyaran rupiah ini belum dilakukan penahanan oleh Polda Papua barat,

Untuk tersangka berinisial JM bertindak selaku ketua panitia lelang, yang bersangkutan dianggap keliru dalam melakukan penyusunan terhadap Harga Perkiraan Sendiri (HPS), dan telah dianggap melakukan tindakan KKN oleh karena dapat meloloskan PT. Selatan Indah sebagai pemenang, walaupun perusahaan tersebut tidak memenuhi syarat kulaifikasi dalam bidang proyek tersebut,

Sedangkan kepala Dinas PU Kabupaten Kaimana beberapa kali dipanggil dan diperiksa oleh Polda Papua Barat, pihaknya disinyalir kuat memiliki keterkaitan serta keterlibatan kuat dalam kasus tersebut, sayangnya pihaknya belum ditetapkan sebagai tersangka,

Kompol Kristian Sawaki dalam keteranganya mengatakan, ketiga tersebut hingga saat ini belum ditahan oleh polda papua barat karena tidak melakukan tindakan yang sengaja mempersulit dan menghambat proses penyelidikan maupun penyidikan oleh Team Dtreskrimsus Polda Papua Barat,

“Mereka (tersangka-red) sangat kooperatif selama ini dalam menghadapi segala proses sesuai prosedur yang dilakukan oleh polda terkait penyelidikan dan penyidikan kasus ini, tidak melawan hukum, tidak menghilangkan barang bukti, tidak mengulangi perbuatanya, dan lain-lain”, Ujarnya,

Namun, mantan kabag Ops polres fakfak itu (Sawaki-red) menegaskan bahwa kasus korupsi tidak berdiri sendiri, dan pasti akan ada kerjasama sehingga untuk tersangka lain, sawaki jamin akan bertambah,

“Tidak ada korupsi yang berdiri sendiri, kecuali ada kerja sama beberapa orang, Kontraktor, kepala dinas, PPK, dan Panitia Lelang, termasuk pihak terkait lain”, Kupas Sawaki

Mudasir Bogra, salah satu warga masyarakat kaimana sebagai pegiat anti korupsi meminta kepada polda papua barat agar menetapkan Kepala Dinas PU Kaimana juga sebagai tersangka karena dia sangat tau dalam kegiatan yang menimbulkan ada dugaa korupsi dimaksud,

“Seharusnya Polda Papua Barat juga tetapkan kepala dinas PU kaimana juga sebagai tersangka, karena dia  duga memiliki keterkaitan dan keterlibatan kuat dengan kasus ini”, Minta Mudasir Bogra,

Hingga berita ini diturunkan, kepala Dinas PU Kabupaten Kaimana belum berhasil di konfirmasi terkait dugaan keterlibatanya di kasus dugaan korupsi pematangan + talud lokasi PLTG (100 M x 200 M) di Kabupaten Kaimana-Provinsi Papua Barat, (ret)

Check Also

Bakal Calon Bupati dan Bakal Calon Wakil Bupati Fakfak Jalur perseorangan, "Pace Nanang dan Pak Itjong", Foto, (Rustam Rettob/mataradar.com)

Dukungan KTP Untuk Pasangan “SUCI” Tembus Lima Ribu Lebih, KPU Fakfak Akan Verifikasi Faktual

Mataradar.com / Fakfak – Kandidat Bakal Calon Bupati Fakfak, Drs Ec. Sulaeman Uswanas atau sering ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *