Pengadilan Negeri Fakfak Diminta Sita Aset Perusahaan, Bukan Perseorangan

Mataradar.com / Fakfak – Kuasa Hukum PT Remaco Indah Mandiri Habel Rumbiak menyampaikan keberatan tindakan penyitaan yang dilakukan oleh Jurusita Pengadilan Negeri Fakfak terhadap aset yang menjadi obyek sengketa saat ini,

Menurut dia, pengadilan negeri fakfak boleh melakukan penyitaan namun tidak menyerang aset milik pribadi sesorang melainkan aset milik PT Remaco Indah Mandiri sebagai pihak yang bersengketa dengan Hasan Iha,

“Hasan Iha dia menggugat PT, konsekuensi hukum dari gugat menggugat itukan berkaitan dengan PT (Perusahaan-red) bukan menggugat pribadi, itu yang saya keberatan, dan keberatan saya sudah sampaikan dan secara prosedural itu tidak bisa”, Tantang Kuasa Hukum PT Remaco Indah Mandiri

Dia menjelaskan bahwa jika seseorang memegang saham perusahaan dan perusahaan yang bersangkutan maka pribadi hanya bertanggung jawab atas jumlah sahamnya saja, tidak bertanggung jawab atas saham perusahaan,

“Ibaratnya saya punya perusahaan punya hutang 10 maka hanya bisa bertanggung jawab 10 % tidak bisa dibebankan kepada orang pribadi secara keseluruhan”, Jelasnya

Disampaikan, berita acara penyitaan sempat pihaknya ajukan keberatan dan perlawanan yang telah disampaikan kepada pengadilan negeri fakfak untuk didaftarkan agar dapat disidangkan, pasalnya dalam putusan pengadilan sebelumnya tidak disebutkan aset apa saja yang menjadi jaminan dalam perkara tersebut,

“Dalam putusan pengadilan sebelumnya tidak disebutkan apa-apa yang menjadi jaminan dalam perkara ini, kemudian kalau mau disita eksekusi maka harus terhadap kekayaan perusahaan”, Minta Habel Rumbiak

Habel mengaku Pengadilan Negeri Fakfak mau melakukan penyitaan terhadap aset pribadi yang bukan dalam sengketa permasalahan dalam PT Remaco Indah Mandiri, “Mereka (Jurusita PN fakfak-red) mau melakukan penyitaan terhadap aset pribadi dan sasarnya kepada kenderaan”, Tutur Habel Rumbiak

Jurusita pengadilan negeri fakfak menyampaikan bahwa ketika sejumlah aset milik PT Remaco Indah Mandiri yang kini tengah disita dan rencana akan dilelang untuk menggantikan kerugian berdasarkan tuntutan Hasan Iha, kemudian tidak mencukupi maka aset lain pasti tersandera dalam penyitaan nantinya,

Pernyataan ini dilawan pula oleh Habel Rumbiak selaku kuasa hukum PT Remaco Indah Mandiri, dalam penjeleasanya bahwa apa yang disampaikan jurusita pengadilan negeri fakfak benar adanya, kendati demikian ketika aset yang dieksekusi harus berdasarkan nilai saat ini alias harga sekarang,

“Benar, tetapi ingat, ketika hari ini dilakukan sita eksekusi maka nilai yang dihitung (Harga-red) adalah yang hari ini, tidak bisa karean benda yang disitakan penyusutan, maka harus dia hitung harga hari ini, tidak mungkin 1 tahun kemudian mau diperhitungkan untuk dilelang dan lain sebagainya untuk diperhitungkan dengan hutan itu tentu pasti akan menurun, maka nilai yang ditentukan adalah nilai yang dilakukan sita eksekusi saat itu (kemarin-red)”, Terang dia kepada wartawan didepan Toko Matahari/Wagom Fakfak

Alasan mengajukan perlawanan tersebut adalah dia menilai penyitaan tersebut tidak tepat sasaran,

“Ya itu tadi, yang jadi masalah A yang dilakukan B”, Terang Rumbiak kepada awak media didepan Toko milik Bos PT Remaco Indah Mandiri Fakfak, Ronny Tan di Kelurahan Wagom, Distrik Pariwari, Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat,

Sebelumnya, Mahkamah Agung Republik Indonesia telah memutuskan perkara sengketa antara Hasan Iha melawan PT Remaco Indah Mandiri, awalnya pengadilan negeri fakfak memutuskan perkara ini dimenangkan oleh Hasan Iha, kemudian diajukan banding ke Pengadilan Tingg Jayapura oleh PT Remaco Indah Mandiri dan hasilnya menang,

Hasan Iha juga terus melakukan upayah hukum dan banding ke Mahkamah Agung – RI, hasil putusan banding sekaligus peninjauan kembali tersebut Hakim Mahkamah Agung memperkuat putusan pengadilan negeri fakfak dan memenangkan Hasan Iha

Dia menuntut agar PT Remaco Indah Mandiri membayar ganti rugi tanah sebesar Rp. 500 Juta, namun karena pihak perusahaan telah membayar Rp. 250 Juta (sebagai uang muka) sehingga berdasarkan hukum, hakim MA memerintahkan kepada pihak PT remaco Indah Mandiri agar membayar sisa utang tersebut kepada Hasan Iha sebesar Rp. 250 Juta,

Pantauan mataradar.com, jurusita pengadilan pengadilan negeri fakfak saat ini telah menyita 5 unit kenderaan roda 4 dan rencana akan dilakukan lelang,(ret)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close