Senin , Januari 13 2020
Home / Headline / Walikota Tual Sesalkan ASN dan Dokter Bertugas Tidak Optimal di Kecamatan Kur dan Tayando

Walikota Tual Sesalkan ASN dan Dokter Bertugas Tidak Optimal di Kecamatan Kur dan Tayando

Mataradar.com / Tual – Wali Kota Tual Adam Rahayaan mengatakan akan memberikan sanksi berupa penahanan gaji, apabila terdapat Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Dinas Kesehatan setempat yang tidak melaksanakan tugasnya di puskesmas Kecamatan Pulau-Pulau Kur, Kecamatan Tayando Tam dan Kecamatan Pulau Kur Selatan.

“Saya sudah bilang ke Plt Sekda dan BKD untuk ditertibkan, dan segera mengisi puskesmas yang kurang tenaga dokter, kurang keperawatan, kurang kebidanan untuk segera kesana kalau tidak gajinya ditahan,” kata Adam Rahayaan di Tual, Selasa (2/7/2019).

Dijelaskan, pertemuan dengan seluruh puskesmas se-Kota Tual sebelumnya pada Kamis (27/6/2019), guna dilakukan penertiban pegawai honorer yang di Dinas Kesehatan. Karena yang di usulkan sebanyak 227 orang sehingga perlu untuk seluruh kepala puskesmas mempresentasikan jumlah pegawai yang suda dipekerjakan agar diketahui berapa kebutuhan yang masih diperlukan oleh masing-masing puskesmas tersebut,

“Kita ingin masing-masing puskesmas mempresentasikan jumlah pengunjung dalam satu tahun berapa persen, dengan jenis penyakit apa saja yang paling menonjol, kemudian jumlah PNS tetap berapa banyak suka relawan berapa banyak ternyata ada puskemas tertentu itu kelebihan tenaga, perawat yang hanya 5 orang dibikin jadi 16 orang, ” jelasnya.

Adam Rahayaan mengakuinya dalam kunjungan kerja di Pulau- pulau selalu menjadi sorotan masyarakat tentang kekurangan tenaga dokter maupun tenaga medis, sehingga diminta kepada PNS yang agar segera melaksanakan tugasnya sesuai Surat Keputusan (SK) penetapan tempat tugasnya, dan tidak ada toleransi apa bilah masih terdapat PNS yang mangkir dari tugasnya tersebut.

“Ada dokter di Pulau Kur dan Tayando masih kosong sampai ini, setiap kali saya berkunjung selalu saja menjadi sorotan,” jelasnya.

Walikota Tual Adam Rahayaan mengaku sangat kesal dengan sikap ASN yang mangkir dari tugasnya tersebut, sehingga diminta agar kembali melaksanakan tugasnya.

“Suka dan tidak suka harus dia turun, kalau tidak gajinya ditahan karena tidak ada alasan lagi untuk tidak turun ke pulau Kur dan Tayando, apa lagi transportasi kapal lancar komunikasi juga lancar itu saja,” tegasnya.

Check Also

Bakal Calon Bupati Fakfak Drs Ec. Solaeman Uswanas, M.Si dan Bakal Calon Wakil Bupati Fakfak Hermanus Kerryanto Foto (Rustam Rettob/mataradar.com)

Pasangan “SUCI” Deklarasi Adat Direstui Raja Fatagar Untuk Maju Calon Bupati dan Wakil Bupati Fakfak

Mataradar.com / Fakfak – Satu lagi pasangan Bakal Calon Bupati dan Bakal Calon Wakil Bupati ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *