Senin , Januari 13 2020
Home / Kesehatan / Diduga Ada Dokter Praktek Tanpa Izin, Bupati Fakfak Disebut Mengetahui Persoalan Ini.

Diduga Ada Dokter Praktek Tanpa Izin, Bupati Fakfak Disebut Mengetahui Persoalan Ini.

Mataradar.com / Fakfak – Sejumlah Dokter spesialis yang sedang melaksanakan tugas dinsanya di RSUD Kabupaten Fakfak saat ini, ada beberapa yang diduga belum mengantongi Surat Izin Praktek (SIP) dan Surat Tanda Registrasi (STR).

Ketika awak media bertandang ke RSUD Fakfak dan menelusuri informasi tersebut, ternyata benar, ada penagkuan dari salah satu dokter spesialis gigi, drg.Lenny Guling Salu diruang kerjanya rabu, (31/7).

Dokter spesialis gigi itu mengakui selama kurang lebih 1 tahun berjalan, dirinya melaksanakan tugas pelayanan sebagai dokter gigi tanpa mengantongi (SIP) dan (STR), pasalnya surat penting dimaksud masa aktifnya / masa berlaku sudah selesai dan sedang menunggu proses diperbaharui,

Dia menjelaskan, selain dirinya yang saat ini membuka praktek pelayanan tanpa surat izin (SIP) dan (STR), pengakunya, ada beberapa dokter spesialis lainya mengalami hal yang sama, fatalnya, sampai saat ini para dokter ini masih saja melakukan praktek diluar aturan,

Ketika ditanya mengenai konsekuensi hukum terhadap kegiatan yang bisa disebut Malpraktik tersebut, Lenny mengatakan dirinya sangat mengetahui dan paham aturan jika praktek yang dilakukan tanpa payung hukum berisiko pidana, namun dia berkilah bahwa ketika dirinya menyatakan tidak melayani pasien sakit gigi khususnya karena ijin prakteknya telah berakhir dan menunggu masa pemulihan berarti para pasien sangat terganggung karean tidak ada dokter pengganti,

“Iya, saya tau resikonya, tapi mau bagaimana, misalnya pasien datang saya tolak juga tidak bagus, dan Dinas Kesehatan sudah harus memberi teguran sama saya supaya tutup saja polik gigi ini, tapi kasihan juga pemda, sekarang dokter gigi tidak ada sama sekali, kalau mau tutup masyarakat mau berobat kemana, dilemma juga karena dokter spesialis gigi cuman satu orang, sama seperti dokter radiologi juga hanya satu”, Tutur drg yang ditemui media diruang kerjanya kemarin.

Lenny mengakui bahwa kondisi status dokter spesialis dan dokter spesialis gigi khususnya selama ini di fakfak telah diketahui oleh bupati fakfak, sayangnya menurut dokter spesialis gigi tersebut pemerintah daerah kabupaten fakfak dan juga dinas kesehatan tidak serta merta mengambil tindakan karena persoalan pelayanan publik,

Ketika dia diminta untuk berhenti karena izin tidak resmi maka koneksuensinya masyarakat yang sakit gigi terpaksa harus rujuk ke luar fakfak, dihadapan wartawan, Lenny mengatakan dirinya bisa saja berhenti dan masuk keluar kantor seperti pegawai biasa, namun tidak tega ketika menolak pasien yang sakit gigi padahal dirinya masih bisa untuk mengatasi hal itu dan menolak akibat tidak mengentongi surat izin,

Dia sebutkan bahwa kasus ini telah diketahui oleh Bupati kabupaten fakfak, dikatakan dirinya telah melaporkan hal ini kepada bupati dan kepala dinas kesehatan kabupaten fakfak untuk mendapatkan petunjuk selanjutnya,

“Bupati dari dulu juga tau ini kok, bahkan bupati peranh suruh untuk mempercepat izin SIP maupun STR, karena kasihan juga dengan masyarakat, jadi pak bupati sudah tau permasalahan ini”, Urai Dokter Gigi tersebut kepada awak media,

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Fakfak diminta untuk segera mendatangkan dokter spesialis gigi, menurut dokter Lenny, persoalan pembimbingan akan didampingi oleh dirinya sendiri, apalagi dalam jangka waktu beberapa tahun lagi dia harus sudah purnabakti, hanya saja selama ini belum ada dokter pengganti dirirnya sebagai spesialis gigi, Terang Lenny kepada dua wartawanya yang menemuinya,

“Seharusnya kepala dinas kesehatan kabupaten fakfak sejak dulu membantu menyiapkan dokter spesialis gigi (Misalnya), saya bilang, datangkan nanti saya yang bimbing”, Minta dokter Lenny kepada Kepala Dinas Kesehatan Fakfak yang disampaikan dihadapan dua awak media ini,

Ketua IDI Kabupaten Fakfak, dr. Erry Anggraeni, MARS. tidak menyanggah bahwa STR dan SIP drg. Lenny telah mati sejak setahun lalu.

“Memang benar STR dan SIPnya sudah mati. Namun dari sisi organisasi, kami berbeda. STR itu didapat jika seorang dokter mengikuti kegiatan kedokteran seperti simposium.

Jika sudah memenuhi syarat, maka STR akan diterbitkan. Selanjutnya, STR ini merupakan syarat terbitnya SIP,” terang dr. Erry.

Disinggung STR dan SIP dokter-dokter di RSUD Fakfak, dr. Erry menyampaikan bahwa, ada beberapa dokter di RSUD Fakfak, yang STRnya telah mati.

“Memang ada. Pak Direktur STRnya juga mati. Tinggal satu kali mengikuti simposium, maka syaratnya sudah lengkap. Begitu pula dengan dr. Karyani Kastela, STRnya juga sudah mati,” kata dr. Erry.

Berdasarkan ketentuan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 512 Tahun 2007 tentang Izin Praktek dan Pelaksanaan Praktek Kedokteran pasal 2 point 1 menjelaskan bahwa, setiap dokter dan dokter gigi yang akan melakukan praktek kedokteran wajib memeiliki SIP, (ret)

Check Also

Tuntut Bantuan Dana Kesehatan, Puluhan Masyarakat Datangi Kantor Bupati Fakfak

Mataradar.com/Fakfak – Puluhan masyarakat datang ke kantor Bupati Fakfak kamis (2/5), mereka menuntut agar pemerintah ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *