Senin , Januari 27 2020
Home / Hukum & Kriminal / Masyarakat Fakfak Desak Presiden Jokowi Perintahkan Kapolri Tangkap Penybut “Monyet” (Maaf)

Masyarakat Fakfak Desak Presiden Jokowi Perintahkan Kapolri Tangkap Penybut “Monyet” (Maaf)

Mataradar.com / Fakfak – Masyarakat Kabupaten Fakfak yang tergabung dalam Masyarakat Peduli Merah Putih meminta kepada Presiden Joko Widodo agar segera desak Kapolri Tito Karnavian untuk menangkap dan proses hukum oknum pelaku penyebut “Monyet” (Maaf) bagi Masyarakat Papua khususnya saat kejadian beberapa waktu sebelumnya,

Zulkhaidah Kalsum Rengen (ZKR) perempuan papua asal Kampung Tanama, Distrik Pariwari, Kabupaten Fakfak – provinsi papua barat, dalam seruan kedamaian pada panggung terbuka di jalan reklamasi fakfak, jumat (23/8) meminta agar pelaku penyebut “Menoyet” untuk segera ditangkap dan diproses hukum,

Karena ulah dari sikap oknum tersebut yang dinilai tidak beradab bahkan sangat biadap sehingga dapat memecah belah masyarakat di tanah papua hingga ke berbagai pelosok, aksi solidaritas dan seruan perdamaian ini menyoal protes atas peristiwa penyebutan “Papua Monyet” di Asrama Papua Surabaya (16/17/8) lalu,

“Kami minta Kepada bapak Presiden Joko Widodo untuk segera memerintahkan kepada Kapolri agar segera menangkap dan memproses hukum pelaku penyebar ujaran kebencian dengan menyebut “Monyet” maaf) beberapa waktu lalu”, Desa Perepmuan papua yang merasa sedih atas tindakan rasisme tersebut.

Dikutip dari Suara.com, aparat kepolisian sedang memburu pemilik akun media sosial yang menyebarkan konten bernada rasisme yang menyebabkan aksi unjuk rasa besar-besaran di sejumlah kawasan di Papua termasuk Manokwari, Senin (19/8/2019), dan Fakfak, (21/8/2019) kemarin

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri, mengatakan, konten video tersebut telah terhapus. Namun, pihak kepolisian tengah melakukan pelacakan terhadap pemilik akun tersebut.

“Hasil pengecekan hari ini isi konten video tersebut sudah dihapus oleh pemilik akun tersebut. tapi jejak digitalnya yang sudah viral di medsos itu akan sulit terhapus. oleh karenanya siapa pemilik akun ini masih menunggu proses profiling dan dilacak ditsiber Bareskrim Polri,” kata Dedi di Mabes Polri, Senin (19/8/2019) lalu, (ret)

Check Also

Aksi pembagian stiker oleh kejaksaan negeri fakfak belum lama ini, ft rustam/mataradar.com

Tiga Bekas Wakil Rakyat Tersangka, Noda Korupsi di Gedung DPRD Fakfak.

Mataradar.com / Fakfak – Kepala Kejaksaan Negeri Fakfak melalui Kepala Seksi Tindak Pidana Korupsi (Pidsus) ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *