Senin , Januari 13 2020
Home / Kesehatan / Ketua PPNI Fakfak Soroti Jasa Perawat, Kadin Kesehatan Jelaskan Begini,

Ketua PPNI Fakfak Soroti Jasa Perawat, Kadin Kesehatan Jelaskan Begini,

Mataradar.com / Fakfak – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Fakfak, Pierre S. Kwando, S.Kep. MMR soroti besaran jasa pembayaran insentif bagi para perawat di kabupaten fakfak,

Selain menyoroti besaran jasa pembayaran tenaga perawat tersebut, dia juga mempertanyakan dasar penghitungan dan penentuan besaran inenstif perawat yang dinilia sangat tidak berimbang dengan beban kerja mereka dilapangan selama ini

Pierre kebaratan karena pemerintah daerah dalam hal ini dinas kesehatan tidak pernah libatkan profesi perawat maupun dokter untuk bersama – sama menyusun draft tersebut, bahkan hasil rancangan ini digolkan tanpa melibatkan tenaga profesi lainya, Sesal Pierre Kwando,

“Jadi untuk menentukan besaran jasa perawat dan dokter itu tidak bisa ditentukan sendiri, harus melibatkan profesi tenaga medis ini, tidak bisa ditentukan menurut kita sendiri”, Terang Ketua DPD PPNI Fakfak,

Sangat disesalkan pembayaran insentif antara perawat dan dokter, dia meminta agar nilai tersebut bisa direvisi sebab angkanya tidak berimbang dengan beban kerja yang dilaksanakan setiap saat oleh tenaga perawat,

“Masa perawat dihargai dengan nilai Rp. 800 ribu, terus dokter Rp. 5 Juta, itu yang kita pertanyakan, di RSUD Fakfak perawat paling kecil Rp. 2,4 Juta sedangkan perawat di puskesmas hanya bisa Rp. 1,250 juta, bagaimana perhitungan ini, pake rumus apa ?,”, Tanya Kwando

Kepala Dinas Kesehatan Fakfak, Gondo Suprapto, SKM, M.Si, yang ditanyai wartawan terkait besarnya insentif dokter di Puskesmas mengatakan, insentif dokter Puskesmas sebulan sebesar Rp, 5 juta sedangkan insentif tenaga medis sebesar Rp. 800 ribu hingga Rp. 1,2 juta.

Bervarisinya insentif tenaga medis di Puskesmas karena dilihat dari jenjang pendidikannya, tutur Kadis Kesehatan di ruang kerjanya kepada media online ini.

Namun ketika ditanyai besarnya insentif tenaga dokter di RSUD Fakfak, dia tak dapat berkomentar karena dirinya tak tau besarannya insentif tersebut tetapi dia memperkirakan lebih besar dari insentif dokter Puskesmas karena di RSUD ada shief jaga malam.

“Insentif dokter RSUD lebih besar diperkirakan sekitar kurang kebih Rp. 7,5 juta”, tuturnya.

Soal insentif dokter dan tenaga medis di Fakfak tidak saja terjadi di Dinas Kesehatan Fakfak yang mebawahi beberapa Puskesmas di wilayah Kabupaten Fakfak.

Zig Zag soal tuntutan insentif tersebut bagi dokter dan tenaga medis juga terdengar di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Fakfak yang sama nasibnya belum terbayarkan bagi dokter dan tenaga medis di Puskesmas.

Insentif tenaga dokter dan tenaga medis baik di RSUD Fakfak maupun di Puskesmas mungkin sama namun berbeda untuk tenaga dokter,

Besarnya insentif bagi tenaga dokter yang selama ini mengabdi di Puskesmas yang ada di Fakfak, dimana sebulan insentif dibayarkan untuk tenaga dokter sebesar Rp 5 juta sedangkan untuk tenaga medis insentifnya bervariasi dari Rp. 800 ribu hingga Rp. 1,2 juta.

Sedangkan insentif bagi tenaga dokter di RSUD Fakfak tentunya lebih besar dari insentif yang diterima dokter Puskesmas, insentif dokter RSUD Fakfak untuk sebulan dibayarkan Pemerintah Daerah Kabupaten Fakfak sebesar Rp7,5 juta sedangkan insentif tenaga medis di RSUD Fakfak juga pasti berbeda dengan tenaga medis di Puskesamas.

Yang membuat perbedaan insentif dokter RSUD dan dokter Puskesmas serta tenaga medis RSUD Fakfak dan puskesmas karena di RSUD ada sheft jaga malam sedangkan Puskesmas tidak ada jaga malam, (ret)

Check Also

Tuntut Bantuan Dana Kesehatan, Puluhan Masyarakat Datangi Kantor Bupati Fakfak

Mataradar.com/Fakfak – Puluhan masyarakat datang ke kantor Bupati Fakfak kamis (2/5), mereka menuntut agar pemerintah ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *