Pemekaran Provinsi Papua Selatan Disiapkan, Tito Karnavian : Sementara itu, Moratorium Tetap di Wilayah Lain

Mataradar.com / Fakfak – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyebut, rencana pemekaran wilayah Papua didasarkan atas alasan situasional, Ia juga menyebut, pembentukan provinsi baru di Papua didasarkan pada analisis bidang intelijen.

Karena itu usulan pembentukan dua provinsi di tanah papua kemungkinan hanya satu yang menjadi prioritas pemerintah pusat melalui kemendagri untuk segera terwujud, hal itu disampaikan Tito Karnavian saat dihubungi mataradar.com via selulernya, rabu, (31/10) kemarin,

Mantan Kapolri itu kepada media ini (mataradar.com-red) mengatakan, berdasarkan data laporan intelijen dan atas dasar itu pihaknya memberikan pertimbangan khusus kepada Presiden Joko Widodo yang sehari sebelumnya bersama-sama di papua-papua barat untuk pemekaran provinsi papua selatan menjadi prioritas,

“Ini kan situasional. Kita kan dasarnya data intelijen. Kemudian data-data lapangan kita ada. Situasi nasional,” ujar Tito melalui sambungan telephonenya kemarin, Rabu (30/10/2019).

Oleh karena itu, Tito meyakini daerah lain tidak akan cemburu dengan Papua yang mengalami pemekaran.

Dia menyebutkan, aturan teknis pemekaran provinsi Papua akan disiapkan. Calon provinsi baru yang sudah mendapatkan lampu hijau adalah Papua Selatan.

“Aturan teknisnya kan bisa dibuat. Yang enggak bisa diubah kan kitab suci,” kata Tito.

Tito menambahkan, ada total 183 permintaan pemekaran wilayah kepada pemerintah pusat. namun pemerintah masih memoratoriumkan wilayah lain karena alasan keterbatasan anggaran.

Tito menegaskan, baru wilayah di Papua yang mendapat persetujuan untuk pemekaran wilayah. “Sementara itu. Moratorium tetap (di wilayah lain),” ujar Tito.

Tito sebelumnya mengatakan, ada dua aspirasi yang masuk untuk pemekaran wilayah Papua, yakni di kawasan Papua Selatan dan Papua Pegunungan.

Namun dari kedua kawasan itu, yang sudah siap menjadikan provinsi baru adalah Papua Selatan.

Hal tersebut merupakan hasil kunjungan yang dilakukan Tito bersama Presiden Joko Widodo belum lama ini ke Papua.

“Pemerintah pusat kemungkinan mengakomodasi hanya penambahan dua provinsi. Ini yang sedang kami jajaki. Yang jelas, Papua Selatan sudah oke” kata Tito.

Beberapa wilayah di Papua Selatan yang akan masuk ke provinsi baru tersebut, antara lain Kabupaten Mappi, Boven Digoel, Asmat dan Merauke. (ret)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close