Senin , Januari 27 2020
Home / Pendidikan / Rasulullah Saw Menjadikan Masjid Sebagai Awal Perjuangan Politik dan Bidang Sosial Lainya.

Rasulullah Saw Menjadikan Masjid Sebagai Awal Perjuangan Politik dan Bidang Sosial Lainya.

Mataradar.com / Fakfak – Bupati Fakfak dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Sekda Kabupaten Fakfak Drs H Alibaham Temongmere,MTP pada peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad Saw, Senin, (11/12) bertempat di masjid Agung Baitul Makmur Kabupaten Fakfak mengatakan Maulid Nabi merupakan momentum bagi semua umat muslim diseluruh dunia, termasuk di Kabupaten Fakfak untuk merenungkan keteladanan kekuatan akidah dan ibadah,

Dikatakannya, Rasulullah menjadikan Masjid sebagai pusat pembinaan Iman dan taqwa kepada Allah Swt, pembinaan aqidah, pembinaan ibadah, pembinaan Muamalah bagi umat islam dengan beragam latar belakang sosial budayanya,

Dibidang Ekonomi, Rasulullah memberikan contoh, bagaimana membangun sebuah etos kerja umat, menegakkan moral para pelaku ekonomi, serta menggerakkan zakat, menggerakkan infaq, menggerakkan shadaqah, dan menggerakkan waqaf sebagai sebuah system jaminan sosial,

Dalam hal keteladanan sosial, Rasulullah Saw juga memberikan contoh, memberikan keteladanan bagaimana membangun hubungan persaudaraan Ukhuwah Islamiyah, membangun budaya tolong menolong diantara sesame uamt muslim,

Dibidang Politik, Rasulullah memberikan contoh dan keteladanan bagiaman membangun kontrak politik dengan semua unsur dan komponen masyarakat melalui piagam madinah, yang merupakan piagam negara tertulis pertama didunia,

“Jauh sebelum munculnya deklarasi PBB Tahun 1948, dalam piagam madinah ini antara lain diatur politik pertahanan negara dan hubungan muslim dan non muslim”, Tandas Bupati dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Sekda Kabupaten Fakfak,

Lanjut dikatakan, dengan piagam madinah tersebut dalam sejarahnya, jelas sekali ajaran islam dan umatnya yang menghargai kemajemukan suku, golongan, dan agama, dengan meneladani Rasulullah umat islam bisa wujudkan kepada dunia bahwa Islam itu Agama Rahmatan Lil Alamin,

Sementara Ustad Ahmad Saukani dalam ceramah hikmah Maulid Nabi Besar Muhammad Saw mengatakan tiga perubahan besar yang harus menjadi perhatian umat Muslim,

Pertama, kelahiran Nabi Muhammad sebagai tanda perubahan zaman, dari zaman jahiliyah ke hidayah Islam.

“Dari zaman kegelapan ke zaman cahaya. Dari zaman ketidakberadaban kepada zaman peradaban,” Jelas Saukani

Kedua, kelahiran Nabi Muhammad menandai perubahan lokal kepada perubahan global. Di mana dengan datangnya Rasulullah, menandai berakhirnya kenabian dan kerasullan. “Berakhirnya pengiriman para nabi dan para Rasul dan turunnya kitab suci,” Kata dia.

Artinya, Nabi dilahirkan ke alam dunia ini menjadi nabi dan rasul terakhir. Artinya kehadiran Nabi Muhammad menjadi fajar baru yang mampu mempersatukan manusia yang tadinya berkelompok, berseteru menjadi menyatu dalam Islam.

“Sehingga umat manusia ini dipersatukan ajaran kenabian, satu kitab suci secara menyeluruh,” katanya.

Nabi Muhamad merupakan nabi yang diutus Allah untuk seluruh umat manusia. Sementara nabi-Nabi sebelum Nabi Muhammad diutus hanya untuk umatnya saja.

“Sabda Nabi SAW, para nabi diutus untuk kaumnya saja dan aku diutus untuk seluruh umat,” katanya.

Ketiga bahwa kelahiran Nabi, yang harus menjadi perhatian umat manusia khususnya umat Islam adalah, terkait kepemimpinan. dimana pada zaman Nabi Muhamad kepemimpinan itu merupakan konsep atau ajaran, bukan lagi pada sosok yang status sosialnya tinggi di masyarakat.

Jadi, umat manusia harus bisa mengatur diri sendiri, memimpin diri sendiri tanpa kehadiran nabi dan rasul. Artinya ketika Rasulullah selesai menyampaikan risalahnya, umat manusia telah mandiri untuk menentukan pilihannya.

“Inilah salah satu esensi besar dari pada makna kelahiran Nabi Muhammad sebagai nabi dan rasul terakhir,” katanya. (ret)

Check Also

Salah satu Sekolah di papua, Ft Istimewah

Mendikbud Nadiem, Akses Pendidikan di Pedalaman Papua Butuh Bantuan

Mataradar.com / Fakfak – Papua : Saat ini pemerintah tengah melakukan pendekatan politik dengan warga Papua ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *