Senin , Januari 27 2020
Home / Headline / Masyarakat Fakfak Ditengarai Pemadaman Listrik Cukup Meresahkan, Ternyata Ini Masalahnya.

Masyarakat Fakfak Ditengarai Pemadaman Listrik Cukup Meresahkan, Ternyata Ini Masalahnya.

Mataradar.com / Fakfak – Hampir sebulan terkahir, Masyarakat seantero Kabupaten Fakfak termasuk Distrik Bomberay merasakan pemadaman listrik tanpa batas dan cukup meresahkan dilakukan oleh pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero Ranting Fakfak,

Akibat karena mereka melakukan pemadaman listrik tersebut yang menimbulkan keresahan bagi masyarakat  sehingga pihak PLN terpaksa dipanggil oleh Anggota DPRD Fakfak guna menyampaikan alasan pemadaman tersebut

Memenuhi undangan DPRD Kabupaten Fakfak, pihak PLN hadir pada Rabu, (13/11) diruang pertemuan lantai – 5 DPRD Fakfak, walaupun saat itu mereka harus keliling melihat berbagai koneksi listrik

Agenda Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Fakfak – PLN untuk mendengar alasan pemadaman tersebut dipimpin langsung Ketua Komisi – III DPRD Fakfak Markus Kripsul, didampingi Sekretaris dan sejumlah anggota  dewan lainya,

Pelaksana tugas harian (Plh) Manager PT PLN Ranting Fakfak/Cabang Sorong, Muslihi menjelaskan pemadaman bergilir yang terjadi di Kabupaten Fakfak karena salah satu unit mesin pembangkit saat ini masuk tahap pemeliharaan telah dikirim ke sorong, pihaknya menunggu kapan tiba di fakfak setelah ada perbaikan,

Selanjutnya, khusus untuk mesin jenis generator sedang juga telah dikirim ke Timika, dikabarkan mesin itu telah diperbaiki, setelah dilakukan pengetesan, mesin sudah normal dan menanti pengiriman ke Fakfak,

“Jadi pemadaman bergilir ini karena satu mesin tahap pemeliharaan di sorong sudah siap untuk dikirim ke fakfak, sementara mesin jenis generator yang dikirim ke Timika juga sudah normal,

diperkirakan sekitar 25 November 2019 barang tersebut sudah tiba di Fakfak dengan kapal KM Tatamailau, sedangkan mesin yang memasuki masa pemeliharaan di sorong juga menanti hubungan kapal ke Fakfak”, Tutur Plh PLN Ranting Fakfak,

Selain kendala dua mesin yang dikirim keluar daerah, dan 1 mesin ke sorong menjalani masa pemeliharaan, penyebab lain adalah,

Mesin PT. PPP (Putra Persada Perkasa) dan mesin sewa PLN, dari 7 unit mesin tersebut saat ini 2 unit sedang bermasalah pula,

Untuk memperbaiki kedua unit mesin yang bermasalah PLN terpaksa mengirim ke Surabaya, namun kapal pengangkut mesin itu rusak dipelabuhan dobo,

“Jadi posisi 2 unit mesin yang rusak masih di dobo sampai saat ini, sekitar tanggal 25 November 2019 ada kapal keluar dari Surabaya menuju fakfak kemungkinan akan dititipkan”, terang Muslihi lebih lanjut,

Ketika ditanya mengenai ketersediaan pasokan listrik saat ini di Fakfak dan fluktuasi pemadaman bergilir yang cukup tinggi,

Muslihi menjelaskan disaat siang hari PLN matikan daya berkisar 900 – 1.200 Kw, sementara untuk waktu malam PLN terpaksa harus memadamkan daya sekitar 1.800 – 2.000 KW,

Untuk pengoperasian sebelum muncul permasalahan (Normal), disaat siang hari beban puncak rata-rata 4.500, sedangkan pengoperasian saat malam sebesar 5.600 Kw,

“Daya saat ini hanya 3.710/KW untuk siang dan malam, mengenai PLTM Werba hanya bisa mengoperasikan 600KW dari biasanya beban normal bisa mencapai 1.400KW, jadi kami belum bisa pastikan kapan listrik di Fakfak normal”, Urai Muslihi,

Mendengar penjelasan tersebut, Ketua Komisi – III DPRD Kabupaten Fakfak, Markus Krispul didampingi Sekretarisnya Muhamad Rusdy Faruk mengatakan krisis listrik tersebut hingga yang tersedia saat ini hanya 3.700 KW, artinya terjadi devisit 1.900KW, Kekurangan tersebut yang mengakibatkan pemadaman listrik, Tutur Dewan.

“Fakfak itu membutuhkan 5.600KW tetapi dengan adanya gangguan dua mesin generator dan musim kemarau yang berakibat pada kurangnya tenaga listrik di PLTA Werba maka yang tersedia saat ini hanya 3.710 KW atau kekurangan 1.900KW sehingga harus pemadaman listrik”, Ungkap Mantan Ketua KPU Fakfak tersebut.

Ditambahkan Rusdy Faruk, PLN harus punya planing / perencanaan yang cukup matang dan transparan, sebab tidak mungkin kata Udhy, panggilan akrabnya, PLN tetap bertahan dengan standar 5.600KW saat ini, harus punya cadangan sehingga mengantisipasi kejadian seperti saat ini,

Untuk mulai tahun 2020 kedepan, PLN harus buat perencanaan dan kedepan PLN Ranting Fakfak harus memiliki cadangan pasokan listrik diluar penggunaan masyarakat yang disiapkan PLN saat ini, terang dia kepada wartawan mataradar.com

“Kita coba minta presentase perencanaan listrik di fakfak tahun 2020 mendatang, ini PLN tidak bisa menjelaskan itu, karena yang digunakan untuk kabupaten fakfak hanya untuk kebutuhan konsumen tapi cadangan kita tidak ada”, Papar Pace Udhy, (Panggilan Akrab Politisi Gerindra) itu

Dia berharap PLN harus punya planning jelas dan ada dua momentum penting didepan mata yakni, Hari Ulang Tahun Kota Fakfak (16 November 2019) dan Perayaan Natal (25 Desember 2019), dan Tahun Baru (1 Januari 2020) semoga jangan ada gangguan saat itu, Minta Faruk, (ret)

Check Also

Bakal Calon Bupati Fakfak Drs Ec. Solaeman Uswanas, M.Si dan Bakal Calon Wakil Bupati Fakfak Hermanus Kerryanto Foto (Rustam Rettob/mataradar.com)

Pasangan “SUCI” Deklarasi Adat Direstui Raja Fatagar Untuk Maju Calon Bupati dan Wakil Bupati Fakfak

Mataradar.com / Fakfak – Satu lagi pasangan Bakal Calon Bupati dan Bakal Calon Wakil Bupati ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *