Senin , Januari 27 2020
Home / Headline / Menggunakan Senjata Tajam Hadang Aparat Gabungan TNI/Polri, Puluhan Orang Diamankan di Polres Fakfak.

Menggunakan Senjata Tajam Hadang Aparat Gabungan TNI/Polri, Puluhan Orang Diamankan di Polres Fakfak.

Mataradar.com / Fakfak – Sebanyak 54 warga Fakfak Papua Barat diamankan jajaran aparat gabungan TNI/Polri di Distrik Kayauni dan Distrik Kramomongga, Kabupaten Fakfak – Provinsi Papua Barat, mereka diamankan karena diduga telah mengancam akan bergerak ke Kota untuk mengibarkan bendera bintang kejora di Kantor Bupati Fakfak, termasuk membentengi diri mereka dengan puluhan alat senjata tajam lengkap,

Mereka ditangkap di Kampung Warpa Distrik Kayauin, Kramomongga, Pikpik dan Mambunibuni, saat itu tindakan awal aparat gabungan TNI/Polri adalah secara persuasif namun tidak diindahkan oleh mereka bahkan aparat dihadang dengan senjata tajam oleh kelompok yang diduga akan bergerak ke kota untuk kibarkan bendera BK di Kantor Bupati Fakfak itu,

Kapolres Fakfak, AKBP. Ary Nyoto Setiawan, S.IK, MH, didampingi Dandim 1803 Fakfak, Letkol Inf. Yatiman, Wakapolres Fakfak, Kompol. Ilhamsyah, dan Kasat. Iltelkam. Ilham, mengatakan, penangkapan pertama di Kampung Warpa Distrik Kayauni terhadao 23 orang salah satunya perempaun saat 23  warga Fakfak ini sedang melakukan pengibaran Bendera Bintang Kejora dan membawa senjata tajam , berpa busur panang, parang dan tombak.

”Penangkapan pengibar bendera Bintang Kejora di Kampung Warpa Distrik Kayauni sempat terjadi perlawan kepada petugas, sehingga dengan upaya paksa, aparat Polres Fakfak yang di back-up anggota Brimob Bintuni dan Anggota TNI Kodim 1803 Fakfak, berhasil melumpuhkan 23 orang tersebut,’ tegas Kapolres Fakfak, AKBP. Ary Nyoto, kepada wartawan di Mako Polres Fakfak usai melakukan penangkapan 54 orang pengibar bendera Bintang kejora dan pembawa senjata tajam.

Lebih lanjut dikatakan Kapolres, setelah melumpuhkan 23 orang pengibar Bendera Bintang Kejora di Kampung Warpa Distrik Kayauni, aparat yang dipimpin orang nomor satu di Polres Fakfak melanjutkan penyisiran ke Kramomongga dan menangkap satu orang dan meneruskan penyisiran di Pikpik dan menangkapn beberapa orang lagi yang sedang berkumpul di salah satu rumah warga lengkap dengan senjata tajam hingga di kampung Mambunibuni pun menangkap beberapa warga yang sedang menyiapkan senjata tajam dan atribut Papua Merdeka.

Menurut Kapolres, Ary Nyoto, 54 orang yang ditangkap atas dugaan mengibarkan bendera Bintang Kejora di Kampung Warpa Kayuni dan Piikpik serta Mambunibuni., diduga para kelompok garis keras Papua Merdeka ini akan bergerak masuk Kota Fakfak dengan tujuan untuk mengibarkan Bendera Bintang Kejora di Kantor Pemda Fakfak.

Untung saja kata mantan Danyon B Pelopor Sat, Brimob Polda Papua Barat, yang kini memimpin Polres Fakfak, bahwa kesigapan aparat yang meluncur ke TKP sehingga kelompok garis keras Papua Merdeka ini tidak berhasil bergerak masuk di Kota Fakfak untuk mengibarkan bendera BK di Pemda Fakfak.

Dikatakan, dari jumlah 54 orang yang ditangkap dalam aksi 1 Desember, ada beberapa orang kepala Kampung dan Sekertaris Kampung yang ikut ditangkap dan kini masih dalam proses pemeriksaan di Polres Fakfak.

Lebih lanjut menurutnya, kejadian pengibaran Bendera Bintang Kejora yang terjadi di Kampung Warpa Distrik Kayauni yang dilakukan 23 orang lengkap dengan senjata tajam, terjadi pada Minggu 1 Desember 2019 sekitar kurang lebih jam 15.00 WIT.

Atas penangkapan tersebut, aparat Polres Fakfak yang di back up anggota Brimob dan TNI Kodim 1803 Fakak, berhasil mengamankan barang bukti berupa bendera Bintang Kejora lebih dari 1 lembar, sejumlah alat tajam termasuk uang tunai sebesar Rp. 12 juta yang diduga uang sejumlah itu dari dana kampung yang digunakan untuk pergerakan aksi 1 Desember.

54 Warga yang ditangkap di dua Distrik, yakni Distrik Kayauni dan Kramomongga kini sudah diamankan di Polres Fakfak untuk menjalani pemeriksaan baik sebagai saksi maupun sebagai tersangka di Sat. Reskrim Polres Fakfak.

Namun atas aksi tersebut, kondisi Kota Fakfak tetap aman dan kondusif, tutur Kapolres Fakfak, AKBP. Ary Nyoto Setiawan, S.IK, MH kepada awak media di Mako Polres Fakfak, Minggu (1/12) malam sekitar jam 22.00 WIT.

Rata – rata mereka yang ditangkap karena terlibat aksi 1 Desember berusia kurang lebih 20 tahun hingga 60 tahun dan kini mereka yang terlibat aksi tersebut sedang menjalani pemeriksaan di Polres Fakfak.

Dalam pemeriksaan ini lanjut Kapolres, bila ada keterlibatan KNPB maka tentunya pihak Polres Fakfak akan mengejar para pimpinan KNPB Fakfak,

”Kalau dalam pemeriksaan nanti ditemukan ada keterlibatran KNPB maka Polres tidak segan – segan mengejar tokoh – tokoh KNPB Fakfak”, Tegas Ary

Untuk mengantisipasi adanya aksi susulan kini Polres Fakfak yang di Back Up Brimob dan Anggota TNI Kodim 1803 Fakfak, terus meningkatkan patroli di dalam Kota Fakfak maupun ke keluar Kota Fakfak.

Pada tempat yang sama, Dandim Fakfak mengatakan, dengan kondisi yang terjadi seperti diduga sudah terkoordinir, sehingga tindakan tindakan aparat saat ini sudah  sangat tepat.

Dan kini anggota TNI Kodim Fakfak telah melakukan tindakan antispasi di beberapa titik untuk memantau aksi susulan guna menghalau masuknya pergerakan ini ke Kota Fakfak, (ret)

Check Also

Bakal Calon Bupati Fakfak Drs Ec. Solaeman Uswanas, M.Si dan Bakal Calon Wakil Bupati Fakfak Hermanus Kerryanto Foto (Rustam Rettob/mataradar.com)

Pasangan “SUCI” Deklarasi Adat Direstui Raja Fatagar Untuk Maju Calon Bupati dan Wakil Bupati Fakfak

Mataradar.com / Fakfak – Satu lagi pasangan Bakal Calon Bupati dan Bakal Calon Wakil Bupati ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *