Wednesday , March 11 2020
Home / Hukum & Kriminal / Tiga Bekas Wakil Rakyat Tersangka, Noda Korupsi di Gedung DPRD Fakfak.

Tiga Bekas Wakil Rakyat Tersangka, Noda Korupsi di Gedung DPRD Fakfak.

Mataradar.com / Fakfak – Kepala Kejaksaan Negeri Fakfak melalui Kepala Seksi Tindak Pidana Korupsi (Pidsus) Asrul, SH didampingi salah seorang staf tindak pidana khusus bertepatan dengan Hari Anti Korupsi Se Dunia (9/12) kemarin mengumumkan penetapan tersangka 3 orang bekas wakil rakyat DPRD Fakfak,

Kasus dugaan korupsi yang melilit ketiga mantan wakil rakyat ini berkahir dengan menyisahkan noda korupsi digedung DPRD Fakfak, mereka ditersangkakan dengan dugaan penyalahgunaan Uang Persediaan (UP) DPRD Fakfak,

Seharusnya dana tersebut tidak dapat digunakan, namun karena atas perintah/disposisi sakti dari Sekwan sehingga bendahara juga menyulap disposisi itu dalam bentuk pinjaman,

Ketiga orang mantan wakil rakyat yang ditetapkan tersangka oleh kejaksaan negeri fakfak berinisial WW, AM, dan AR, kejaksaan juga belum membocorkan siapa mereka yang disebutkan inisial tersebut kepwartawan hingga saat ini,

Sebelumnya, Kepala Seksi Tindak Pidana Khsusu Kejari Fakfak, Hasrul, SH, yang didampingi staf Pidsus, Rio Simanungkalit, SH, mengatakan, untuk mengungkapkan kasus dugaan korupsi dana pinjaman ini sudah berlangsung lama dan beberapa hari lalu dari hasil gelar perkara,

Menurut Hasrul, SH, ketiga mantan wakil rakyat itu ditetapkan tersangka karena terbukti tidak mengembalikan pinjaman sehingga mengakibatkan kerugian negera sebesar Rp. 542.725.000,-  juta lebih.

Pada hal menurutnya, pihak Kejaksaan Negeri Fakfak sudah berupaya agar ketiga tersangka itu dapat mengembalikan pinjamannya dengan memberikan waktu yang cukup lama namun mereka tidak mengembalikan pinjaman tersebut hingga nama 3 mantan anggota DPRD Fakfak itu dirilis sebagai tersangka.

Diuraikan Kasi Pidsus, dari pinjaman tersebut, untuk AR sebesar Rp. 900 juta lebih, sisa yang belum di kembalikan sebesar Rp. 432 juta lebih, AM pinjaman yang belum dikembalikan sebesar Rp. 44.500.000,- sedangkan WW dari total 125 juta pinjaman yang belum dikembalikan sebesar 65 juta lebih.

Dikatakan, pinjaman yang diberikan kepada para tersangka ini berasal dari dana pos uang persediaan,”pinjaman yang diberikan kepada anggota Dewan termasuk 3 tersangka dari pos uang persediaan.”

Pasal 2 ayat 1, jo. 18 Undang – Undang nomor 31 tahun 1999, tentang tindak pidana korupsi dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun hingga paling besar ancaman hukuman seumur hidup, tandas Kasi, Pidsus Kejari Fakfak, Hasrul, SH.

Lebih lanjut menjawab pertanyaan wartawan, terkait tidak dijadikannya tersangka bagi mantan Sekwan maupun Bendahara,

Karena menurutnya, dari tiga tersangka itu perbuatnnya riil tidak bertitiked baik untuk mengembalikan sisa pinjaman pada hal Kejaksaan Negeri Fakfak telah memberikan ruang untuk mengembalikan sisa pinjaman tersebut.

Kejaksaan Negeri Fakfak saat ini tengah berkonsentrasi untuk menggarap dugaan kasus korupsi uang persediaan (UP) yang kini merebak digedung DPRD Kabupaten Fakfak, dana yang disiapkan tersebut kemudian disulap jadi pinjaman rencana mulai januari satu persatu pihak-pihak yang terlibat mulai dipanggil untuk dimintai keteranan, (ret)

Check Also

Wakil Gubernur Maluku, Barnabas Orno Besok Diperiksa KPK

Mataradar.com – Dikabarkan, Wakil Gubernur Maluku, Barnabas Orno yang baru saja dilantik mendampingi Murad Ismail ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *