Mei 24, 2024
Direktur Allianz Himbau Masyarakat Waspada Dengan Agen Asuransi Palsu

Tingginya angka permintaan masyarakat akan sebuah produk asuransi, membuat penipuan berkedok asuransi juga kian marak beberapa waktu belakangan ini. Baik itu kehadiran dari perusahaan asuransi bodong maupun agen asuransi palsu yang murah bertebaran dimana-mana. Direktur Allianz menghimbau masyarakat untuk berhati-hati agar nantinya tidak sampai tertipu oleh hal semacam ini, karena sudah pasti nantinya akan menyesal.

Asuransi menawarkan banyak pilihan produk perlindungan, satu diantaranya tentu penting bagi Anda, karena memang digunakan untuk membantu memberikan proteksi dalam hidup. seperti yang sudah pasti penting dimiliki adalah asuransi kesehatan, baik itu anak-anak maupun orang dewasa semuanya wajib punya perlindungan dengan jenis asuransi yang satu ini. Karena semua orang tanpa terkecuali pada dasarnya punya resiko yang sama untuk bisa terserang penyakit, sehingga mengantisipasi mahalnya biaya pengobatan yang nanti akan dikeluarkan, sebaiknya mulai sekarang siapkan asuransi yang tepat.

Namun waspadai juga dalam membeli asuransi jangan mudah tergiur dengan iming-iming premi murah manfaat besar atau sejenisnya, apalagi mulai bertebaran agen asuransi palsu belakangan ini, serta korbannya sendiri juga sudah banyak. Direktur Allianz meminta masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam memilih, berikut ini ada beberapa ciri modus penipuan asuransi yang wajib diwaspadai, yaitu:

Direktur Allianz Himbau Masyarakat Waspada Dengan Agen Asuransi Palsu

1. Fee churning, apa itu? Yaitu sebuah cara yang umum dilakukan oleh oknum agen asuransi dimana mereka meminta komisi atas imbalan jasa yang diberikan, padahal sebenarnya tidak perlu demikian karena mereka juga akan mendapatkan bagian dari perusahaan asuransi tersebut. Cara yang satu ini dilakukan oleh agen untuk memperkaya dirinya, begitu juga tak jarang yang meminta pemegang polis untuk mengubah atau mengganti polis perusahaan yang sama atau dengan dana dari polis yang masih aktif tanpa adanya penjelasan terlebih dahulu dengan cara membuka asuransi baru agar nantinya agen juga dapat komisi lagi, tentu ini untuk tujuan yang tidak baik.

2. Premi transfer, penipuan semacam ini juga kerap kali terjadi, dimana memang modusnya adalah dengan pengalihan premi. Mereka berkedok ingin membantu nasabah dalam membayarkan uang premi, namun dikirim ke rekeningnya sendiri, bukan rekening perusahaan. Pada akhirnya nasabah terkadang tidak tahu bahwa kondisi polis tidak lagi aktif karena uang premi digunakan oleh agen secara pribadi, bukan untuk membayar kewajiban pemegang polis.

3. Agen yang menutupi informasi produk, hal ini juga kerap kali terjadi untuk membuat calon nasabah mau membeli produk mereka, dengan cara memberitahu semua hal positif dan menutupi beberapa informasi produk yang memang bisa jadi kelemahan dari produk asuransi tersebut. Ketika nasabah mau membeli produknya otomatis mereka juga akan mendapatkan komisi bukan. Namun dengan cara yang tidak baik.

4. Mengganti polis ketika nasabah tersebut mengajukan up maupun down grade pada asuransi, sering kali banyak nasabah yang ingin melakukan up atau down grade polis mereka, namun agen penipu justru melakukan pembukaan polis baru agar mendapatkan komisi dari perusahaan tersebut, ini juga patut diwaspadai.

Itulah beberapa ciri dari agen asuransi berbahaya yang harus diwaspadai, Direktur Allianz meminta semua masyarakat hati-hati saat beli asuransi, sekarang mereka juga tawarkan inovasi produk asuransi online yang nantinya dapat dibeli secara mudah, karena memang pembelian praktis tidak perlu kemana-mana cukup dari rumah saja dan Anda yang melakukannya sendiri tanpa bantuan agen. Inovasi yang tentunya semakin mengamankan produk Anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *