Juni 25, 2024
Kantor Wilayah Bea Cukai Banten (KWBC) mencatat pertumbuhan ekonomi di Provinsi Banten pada triwulan II 2022 atau tahun ketiga pandemi covid-19 mengalami tren positif.

Kantor Wilayah Bea Cukai Banten (KWBC) mencatat pertumbuhan ekonomi di Provinsi Banten pada triwulan II 2022 atau tahun ketiga pandemi covid-19 mengalami tren positif.

Perekonomian Banten tumbuh hingga 5,70 persen.

“Sudah di atas kondisi pra Covid -19 jika dilihat di triwulan II tahun 2019 yang tumbuh sebesar 5,35 persen,” ujar Kepala KWBC Rahmat Subagio dalam video conference zoom meeting bertajuk APBN Regional Banten, Rabu 23 Agustus 2022.

Menurut Rahmat, pertumbuhan signifikan pada triwulan II 2022 didorong oleh konsumsi masyarakat yang naik 4,8 persen serta pertumbuhan investasi yang tumbuh 2,7 persen pada triwulan I 2022 dan 2,3 persen pada triwulan II.

“Ini adalah pertumbuhan yang sangat tinggi,” ujarnya.

Rahmat mengatakan, konsumsi pemerintah di tahun 2022 mengalami kontraksi seiring dengan menurunnya belanja penanganan pandemi.

Investasi di Banten juga mulai menunjukkan pemulihan namun belum sekuat yang diharapkan.

“Diharapkan investasi di Banten semakin menguat seiring dengan optimisme pemulihan ekonomi di regional Banten dan Indonesia.” Faktor penyumbang lainnya pertumbuhan ekonomi Banten di tahun 2022 ini, menurut Rahmat, adalah tetap terjaganya pertumbuhan ekspor sebesar 10,7 persen di triwulan I dan sebesar 8,96 persen di triwulan II.

Secara sektoral, kontributor dominan perekonomian Banten yaitu industri pengolahan pada triwulan II tahun 2022 tumbuh 4,26 persen (year on year) dan berkontribubusi terbesar terhadap pertumbuhan yaitu sebesar 1,43 persen.

Kemudian sektor penunjang pariwisata yang selama tahun 2020 dan 2021 terdampak pandemi Covid-19, di triwulan II ini menunjukkan pertumbuhan yang signifikan.

Sektor akomodasi dan makan minum tumbuh positif 7,52 persen (year on year) dan berkontribusi terhadap pertumbuhan sebesar 0,19 persen.

Sedangkan sektor transportasi bersama dengan pergudangan tumbuh 28,73 persen (year on year) dengan kontribusi sebesar 1,37 persen.

“Momentum pertumbuhan ekonomi yang cukup konstan di dua triwulan selama tahun 2022 menunjukkan pemulihan sudah sesuai jalurnya (on track),” kata Rahmat.

Ekonomi Banten, kata dia, sempat mengalami kontraksi di sisi konsumsi rumah tangga akibat tidak adanya aktivitas masyarakat pada saat kasus Covid-19 melonjak.

“Semoga saja, fase penurunan itu sekarang sudah lewat.

Saat ini, data Triwulan Kesatu dan Kedua menunjukkan, pertumbuhan ekonomi Banten sudah mulai konstan, stabil dan on the right track,” ucapnya.

Dari sisi APBN, sampai dengan 31 Juli 2022, Pemerintah Daerah Banten sudah membelanjakan 52,98 persen atau sebesar Rp 13,72 Triliun.

“Masih ada 47,02 persen anggaran yang akan dibelanjakan dan angka itu optimis akan terserap dengan lancar,” kata Rahmat.

Pemulihan ekonomi Banten juga dapat diindikasikan dari meningkatnya pendapatan asli daerah contohnya pajak perhotelan yang tumbuh tajam sebesar 31,67 persen, pajak restoran tumbuh 34,02 persen, dan pajak hiburan yang tumbuh 25,20 persen.

“Kinerja itu adalah konsolidasian Sembilan Pemda di Banten per 31 Juli 2022.

Dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, kinerja ini hanya turun 3,06 persen.

Tentu saja data ini menggambarkan, sudah semakin banyak anggota masyarakat yang memanfaatkan berbagai sarana yang disediakan di pemerintah Banten,” katanya.

Jaga Daya Beli Masyarakat dengan Bansos

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *