April 22, 2024
Laba produsen Indomie turun meski penjualan sepanjang enam bulan pertama tahun ini lebih tinggi ketimbang tahun lalu.

Produsen Indomie, PT Indofood Sukses Makmur Tbk. dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk., membukukan penurunan laba pada semester I 2022.

Tergerusnya laba tersebut terjadi meski penjualan sepanjang enam bulan pertama tahun ini lebih tinggi ketimbang tahun lalu.

Direktur Utama dan Chief Executive Officer Indofood Anthoni Salim mengatakan emiten berkode saham INDF itu tetap mampu mencetak kenaikan penjualan di tengah ketidakpastian ekonomi global dan volatilitas harga komoditas yang berlanjut.

Dia mengatakan Indofood akan terus memantau perkembangan situasi global dan fokus pada daya saing biaya.

“Kami juga akan fokus menjaga keseimbangan antara pangsa pasar dan profitabilitas di dalam negeri maupun luar negeri,” kata Anthoni seperti dikutip Bisnis, Kamis, 1 September.

Penjualan neto konsolidasi INDF pada semester I mencapai Rp 52,79 triliun, 12 persen lebih tinggi daripada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 47,29 triliun.

Laba usaha juga memperlihatkan kenaikan 4 persen menjadi Rp 8,49 triliun meskipun margin laba usaha turun dari 17,9 persen menjadi 16,7 persen.

Kenaikan rugi selisih kurs yang belum terealisasi membuat laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turut melorot 16 persen menjadi Rp 2,90 persen.

Sebelumnya, laba tersebut Rp 3,43 triliun.

Membengkaknya sejumlah pos beban itu berkontribusi terhadap penurunan laba bersih INDF.

Beban penjualan dan distribusi meningkat 8,47 persen yoy menjadi Rp 5,50 triliun dibandingkan dengan Rp 5,07 triliun.

Beban keuangan juga naik 67,02 persen menjadi Rp3,37 setelah pada semester pertama tahun lalu berada di angka Rp 2,02 triliun.

Anak usaha INDF di bidang konsumer, ICBP, turut memperlihatkan performa yang sama.

Pendapatan produsen mi instan Indomie tersebut naik 16 persen pada semester I dari Rp 28,2 triliun menjadi Rp32,59 triliun.

Namun, kenaikan harga komoditas bahan baku membuat laba usaha ICBP turun 8 persen secara tahunan menjadi Rp 5,88 triliun dari Rp 6,36 triliun.

Sementara itu, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk amblas 40 persen menjadi Rp 1,93 triliun dari Rp 3,22 triliun di semester pertama tahun lalu.

Anthoni menambahkan, perseroan akan terus berupaya menjaga keseimbangan pertumbuhan volume penjualan dan profitabilitas.

“ICBP juga akan senantiasa berupaya meningkatkan kemampuan manufaktur dan produksinya serta menjaga posisi keuangan yang sehat,” kata dia.

BISNIS Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *