Juni 25, 2024
Kehilangan alat pemantau aktivitas gunung api kembali terjadi. Kali ini alat di Gunung Pusuk Buhit, Sumatera Utara.

Kehilangan alat pemantau aktivitas gunung api kembali terjadi.

Kali ini alat di Gunung Pusuk Buhit, Sumatera Utara, seperti yang disampaikan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi lewat akun media sosialnya pada hari ini, Sabtu 13 Agustus 2022.

“Breaking News !! Telah hilang dicuri sensor pemantauan gempa vulkanik Gunung Pusuk Buhit, Sumatra Utara,” bunyi keterangan yang diunggahnya.

Disebutkan, untuk sementara waktu pemantauan terkait gunung api tipe B (memiliki catatan sejarah letusan sebelum tahun 1600) tersebut terhambat.

PVMBG tak menyertakan keterangan kronologis kehilangan alat sensor itu.

Diperlihatkan oleh akun itu foto kondisi peralatan sebelum hilang.

Tampak sebuah kotak dengan berbagai instrumennya berada di dalam kotak.

Terlihat kotak berada di dalam lubang galian.

Pada foto lain, lubang yang sudah ditimbun tanah, di sebelahnya terdapat tiang seperti antena rumahan.

Sedangkan foto kondisi setelah pencurian, terlihat tiang seperti digergaji.

Hanya tersisa sekitar 50 sentimeter tegakannya yang masih berdiri.

Tanah yang digunakan untuk menimbun kotak terlihat terbongkar.

Kotak dalam keadaan terbuka dan sekilas hanya berisi tanah dan kabel.

Tempo.co mencatat setidaknya sudah tiga kali terjadi laporan kehilangan alat pemantau gunung api ataupun perangkat pendukungnya milik PVMBG sepanjang tahun ini.

Dua lainnya terjadi di Gunung Sindoro-Sumbing dan Gamkonora, masing-masing, pada 12 Januari dan 22 Maret lalu.

Pada peristiwa yang pertama, baterai yang dilaporkan hilang ditemukan kembali di lokasi keesokan harinya, diduga dikembalikan oleh pencurinya.

Alat-alat yang hilang itu mungkin tidak bernilai tinggi tapi, seperti pernah disampaikan PVMBG, “Jika sistem pemantauan aktivitas gunung api terganggu, keselamatan warga yang tinggal di sekitar gunung api menjadi taruhannya.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *