April 21, 2024
Mitomania dianggap gejala berbohong dari gangguan kepribadian antisosial

Perilaku berbohong agaknya pernah dilakukan semua orang, karena suatu alasan.

Mengutip publikasi Bias Konfirmasi terhadap Perilaku Berbohong, kebohongan bentuk manipulasi informasi, perilaku, dan gambaran diri yang sengaja dilakukan untuk mengarahkan orang lain terhadap kesimpulan tertentu.

Merujuk buku Psikologi Komunikasi, kebohongan termasuk manipulasi informasi yang secara sengaja dilakukan dengan tujuan mengarahkan orang lain untuk percaya terhadap kesimpulan yang tidak benar.

Secara umum, beberapa penyebab yang membuat seseorang menjadi berbohong, seperti menutupi rasa malu dan menghindari hukuman.

Perilaku berbohong hanya dilakukan oleh seseorang dalam situasi tertentu saja.

Namun, perilaku berbohong bisa menjadi kebiasaan.

Mengutip Healthline, kebohongan yang sudah menjadi kebiasaan kondisi mitomania atau bohong patologis.

Mitomania diartikan kondisi ketika seseorang memiliki kebiasaan berbohong tanpa tujuan.

Kebohongan dilakukan secara terus menerus dalam jangka waktu yang lama.

Mitomania seseorang yang berbohong secara kompulsif.

Meskipun ada banyak kemungkinan penyebab kebohongan, belum sepenuhnya dipahami mengapa seseorang berbohong secara mitomania.

Beberapa kebohongan diceritakan untuk membuat pembohong mendapat penerimaan atau simpati.

Mengutip publikasi Localisation of Increased Prefrontal White Matter in Pathological Liars, masalah yang mempengaruhi sistem saraf pusat mempengaruhi seseorang untuk berbohong.

Kebohongan kompulsif juga ciri yang diketahui dari beberapa gangguan kepribadian.

Publikasi berjudul Mythomania, Bukan Bohong Biasa dalam laman Psikologi Universitas Negeri Semarang mitomania juga disebut pseudologia fantastica.

Mitomania gejala kebohongan dari gangguan kepribadian antisosial.

Biasanya seorang mitomania fasih saat berbicara kebohongan.

Ada kecenderungan tidak menunjukkan tanda kebohongan yang umum, seperti jeda yang lama atau menghindari kontak mata.

Ketika ditanya pertanyaan, mungkin berbicara banyak tanpa pernah spesifik atau menjawab pertanyaan.

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *